Ditlantas Polda Kepri dan Instansi Terkait Laksanakan Rapat Persiapan Rencana Operasi Angkutan Lebaran 1447 H/2026

Rapat Koordinasi Ditlantas Polda Kepri dan Instansi Terkait Hadapi Mudik Idul Fitri 1447 H. Foto : Ist

BATAM – Dalam rangka menyamakan persepsi dan pola pikir mewujudkan kondusivitas perayaan Mudik Idul Fitri 1447 H di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kepulauan Riau bersama Ditlantas Polda Kepri dan instansi terkait menggelar rapat koordinasi persiapan Rencana Operasi Angkutan Lebaran Idul Fitri 1447/2026 di Harmoni One Convention Hotel, Batam Center, Rabu (4/3/2026).

Kepala BPTD Kelas II Provinsi Kepri, Dini Kusumahati Damarintan, menyampaikan bahwa pada periode Angkutan Lebaran Tahun 2025, total penumpang kapal penyeberangan tercatat sebanyak 88.760 orang, dengan jumlah kendaraan yang diangkut mencapai 34.868 unit.

Pergerakan terbesar terjadi pada lintasan Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Tanjung Uban dengan total 43.049 penumpang dan 16.494 kendaraan. Berdasarkan tren historis angkutan Lebaran, karakteristik wilayah kepulauan, serta asumsi pertumbuhan mobilitas masyarakat, pada Angkutan Lebaran 2026 diprediksi terjadi kenaikan sebesar 5 persen untuk penumpang maupun kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya. Prediksi tersebut masih menunggu ketetapan resmi dari Kementerian Perhubungan.

Adapun sejumlah kendala pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 antara lain kepadatan lalu lintas di sekitar pelabuhan, keterbatasan sarana dan ketersediaan kapal penyeberangan, cuaca ekstrem, serta parkir liar di area pintu masuk pelabuhan.

Untuk tahun 2026, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada Minggu, 29 Maret 2026. Posko Angkutan Lebaran 2026 direncanakan berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. BPTD akan mendirikan Pos Terpadu di Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Tanjung Uban.

“Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026. Karena itu, keselamatan dan kelancaran arus mudik maupun balik masyarakat Kepri harus benar-benar kita upayakan,” ujarnya.

Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menuturkan terdapat empat klaster kerawanan yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni jalan arteri, tempat wisata, tempat ibadah, dan pusat-pusat keramaian, khususnya dalam pengamanan mudik Lebaran 2026.

Ia menjelaskan, survei pergerakan nasional saat ini mencapai 143,9 juta jiwa, dan khususnya di Provinsi Kepri didominasi pergerakan melalui jalur perairan menggunakan transportasi kapal.

“Polda Kepri dan jajaran akan melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat ‘Seligi-2026’ mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif serta didukung penegakan hukum guna mewujudkan kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif selama perayaan Idul Fitri 1447 H,” jelasnya.

Dirlantas juga menegaskan, Polda Kepri dan jajaran akan menggelar 42 pos operasi yang terdiri dari 18 Pos Pelayanan (Posyan) dan 24 Pos Pengamanan (Pospam). Prioritas pengamanan pelabuhan difokuskan pada Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Tanjung Uban.

“Fokus berikutnya adalah menjalankan tugas sesuai SKB Tiga Menteri terkait pembatasan operasional kendaraan angkutan barang pada periode Idul Fitri 1447 H. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi dan antisipasi kerawanan kamtibmas melalui upaya KRYD untuk mencegah tindak kejahatan seperti pencurian rumah kosong, tawuran, dan C3,” tuturnya.

Untuk mewujudkan kondusivitas tersebut, lanjut Dirlantas, diperlukan koordinasi, sinergi, dan kolaborasi seluruh pihak agar dapat bersama-sama bekerja serta memberikan pelayanan terbaik dan humanis kepada masyarakat.

Rapat koordinasi ini dihadiri Kakanwil PT Jasa Raharja Kepri, Kadishub Kepri, Dandenpom 1/6 Batam, BMKG Kepri, perwakilan BP Batam, PT ASDP Ferry Cabang Batam, Basarnas Tanjungpinang, KSOP Batam, serta para perwakilan jasa angkutan se-Kota Batam, dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

DIC