Rabu Siang, Tangisan Haru Ramaikan Bandara Hang Nadim Batam

Kombes Pol Eddwi Kurniyanto Saat Berfoto Bersama Warga Kampung Tua. Foto : Newsbatam.com

BATAM – Tak seperti hari-hari biasanya, di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Rabu (16/9/2026) siang banyak terlihat anggota Polri berbaret biru dan ibu-ibu berhijab ramaikan bandara kebanggaan Batam ini. Usut punya usut, ternyata puluhan anggota Polri berbaret biru ini adalah anggota Propam Polda Kepri.

Kehadiran mereka juga bersamaan dengan kehadiran puluhan masyarakat salah satu Kampung Tua di Nongsa Batam, yakni Kampung Tua Kampung Tengah. Raut muka mereka hampir sama, ada yang menangis segugukan ada yang menyela air mata dan ada yang mencoba kuat menahan air matanya.

Ternyata, tujuan puluhan anggota Propam Polda Kepri dan puluhan masyarakat Kampung Tengah, Batubesar, Nongsa Batam ini sama. Mereka melepas keberangkatan seseorang yang berstatus sebagai pimpinan mereka namun mereka anggap sudah seperti keluarga sendiri.

Orang tersebut yakni Kombes Pol Eddwi Kurniyanto. Alumni Akpol tahun 2000 yang sekitar satu tahun setengah belakangan menjadi sosok pemimpin di Propam Polda Kepri dan sekaligus pengayom dan keluarga tak sedarah bagi anggota Propam Polda Kepri dan bagi masyarakat Kampung Tua ini.

Eddwi yang siang itu akan terbang ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda yang berangka pada pukul 12.05 WIB, sontak menjadi pusat perhatian bagi siapa saja yang ada di Bandara Hang Nadim saat itu.

Setiap langkah Eddwi selalu diikuti oleh puluhan orang-orang tersebut. Dengan didampingi Istri dan seorang anaknya, Bapak empat anak ini membuat puluhan orang yang berjalan beriringan dengannya ini semakin sedih.

Kesedihan ini lantaran detik-detik perpisahan pria tersebut dengan puluhan orang ini semakin dekat. Pukul 11.50 WIB pengumuman dari bandara dengan lantang menyebutkan “Panggilan terakhir kepada para penumpang Garuda Indonesia tujuan Batam Jakarta dipersilahkan segera naik”.

Langkah Eddwi semakin cepat mendengar pengumuman itu. Diikuti juga langkah cepat puluhan orang yang sedang sedih melepas kepergiannya.

“Sudah jangan pada sedih, mungkin dilain waktu Saya akan kembali lagi kesini dan kita akan berkumpul lagi,” ujar Eddwi yang diamini dengan lantang oleh puluhan anggota Propam dan masyarakat Kampung Tua ini.

Sambil melangkah dengan cepat, tak lupa Eddwi juga menyalami satu persatu mantan anggotanya dan masyarakat yang ikut mengantarkan kepergiannya. Bukan salam-salaman yang gembira, salaman ini mungkin membuat orang-orang yang ada dilokasi tersebut turut bersedih hati.

Eddwi beserta puluhan orang yang mengantarnya sama-sama saling menguatkan. Terlihat, dia juga menahan air matanya yang akan jatuh dihadapan orang-orang yang sebagian diantaranya sudah tidak dapat lagi membendung air matanya.

Sambil melambaikan tangannya, yang disambut dengan lambaian tangan puluhan orang yang sedang bersedih ini Eddwi bersama Ny Esthi Eddwi melangkah memasuki pesawat yang akan memisahkan dan menutup perjumpaan tersebut.

Puluhan orang yang ditinggalkan Eddwi inipun serentak berbalik arah, membubarkan diri meninggalkan bandara dengan berbagai kenangan yang baik oleh orang yang mereka anggap dekat dengan mereka ini.

DIC